Perbedaan

September 27th, 2010 by suhartono

Menyikapi Perbedaan

Setiap orang pasti berbeda. Perbedaan terdapat dalam semua sisi. Dengan perbedaan yang ada, sering terjadi perselisihan, pertentangan, bahkan perkelahian/peperangan.

Menyikapi perbedaan ada dua kemungkinan:

1. Mengapa dia/mereka seperti itu?

2. Mengapa saya tidak seperti dia/mereka?

Sikap yang pertama ditunjukkan oleh orang-orang yang egois, yang menganggap bahwa dirinya adalah yang paling benar sehingga segala yang berbeda darinya dianggap salah/keliru/sesat, atau yang lain. Tolok ukur kebenaran adalah dirinya sendiri.

Sikap yang kedua ditunjukkan oleh orang yang toleran. Orang ini akan selalu berintrospeksi tentang apa yang ada pada dirinya. Dia akan selalu melihat perbedaan itu secara bijak. Yang dia akui benar selama ini, barangkali suatu saat akan berubah sehingga dia akan selalu mencari argumen di balik yang ada pada dirinya dan oranglain. Dengan demikian, suatu yang salah baginya mungkin suatu saat akan diyakini sebagi suatu yang benar manakala dia menemukan argumen yang diyakini kemudian sebagi hal yang benar. Sebaliknya, suatu yang dianggap/diyakini sebagai hal benar sekarang mungkin suatu saat bisa diyakini sebagai hal yang salah.

Anda boleh berbeda dari saya dan memang harus berbeda.